December 24, 2008

Pilihlah..gelas atau danau

“Cuba ambil segenggam garam, dan masukkan ke dalam segelas air itu.

“Masin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih mengernyih.

Sang guru ketawa kecil melihat wajah muridnya yang menyeringai kemasinan.

“Sekarang kau ikut aku.” Sang guru membawa muridnya ke danau berhampiran tempat mereka.


“Ambil garam yang tersisa dan taburkan ke danau. Sekarang, cuba kau minum air danau itu,” kata sang guru.

Si murid mengambil air danau menggunakan tangannya. “Ahh, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan telapak tangan.

Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air diatas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa masin di mulutnya.

”Terasakah masin garam yang kau taburkan tadi?” soal guru.

”Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi.

Sang guru hanya membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

“Nak, segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.”
“Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah diqadar oleh Allah, sesuai utk dirimu. Jumlahnya tetap, begitu-begitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. “Tidak ada satu pun manusia yang bebas dari penderitaan dan masalah.”

Si murid terdiam, mendengarkan.

“Tapi nak, rasa ‘masin’ dari penderitaan yg dialami itu sangat tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Jadi nak, supaya tidak berasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan hati dalam dadamu itu sebesar danau.”



Wahai sahabat-sahabat berlapang dadalah dengan setiap apa yang Allah tentukan untuk kita..Waallahu'alam

December 22, 2008

Mudahnya mendapat ganjaran dariNYA


Assalammualaikum.

Ana baru selesai membaca sebuah artikel di harakah dalam ruangan English section yang bertajuk ‘ Reaching Out to Needy When School Reopens’ dan tergerak untuk dimuatkan isinya di dalam blog. Artikel ini mengetengahkan isu tentang kebimbangan ibu-bapa apabila sesi persekolahan bermula.
Penulis juga mempunyai seorang anak yang akan memasuki darjah enam. Katanya walaupun kementerian pendidikan telah memansuhkan yuran persekolahan tetapi itu tidak bermakna meringankan beban ibu bapa. Bayangkan kos persekolahan seorang anak boleh mencecah sehingga RM300 ke RM500. Pertamanya sudah tentu dengan senarai buku yang perlu dibeli iaitu kosnya shingga RM100 dan itu tidak termasuk yuran tambahan yang dikenakan sekolah serta peralatan seperti beg sekolah, baju, kasut dan macam-macam lagi. Lebih-lebih lagi harga barang yang masih lagi tinggi walaupun harga minyak sudah turun. Ini adalah kos untuk seorang anak dan bayangkan kalau anak yang bersekolah 4 atau 5. Agaknya memang pengsan si ibu bapa .
Ana masih belajar dan belum berkahwin mungkin ana belum dapat menjiwai masalah seperti ini sepenuhnya. Tetapi bila ana fikirkan semula mungkin inilah situasi mak dan abah ana lalui setiap kali ana dan adik- beradik memulakan persekolahan. Betapa mereka sedaya upaya berusaha agar anak-anaknya tetap bersekolah.
Tetapi bila difikirkan semula bagaimana pula dengan orang miskin. Bagaimanakah mereka mengahadapi situasi seperti ini?. Sebenarnya inilah yang ana nak ketengahkan dalam artikel ini. Penulis ini memberi satu cadangan jalan dakwah kepada kita untuk membantu golongan yang tidak berkemampuan.
Kata si penulis, kumpulkan semua kertas atau bahagian buku yang tidak digunakan, kemudian stapler dgn cover book yg agak keras dan jadikan buku. Kita agihkan buku-buku ini kepada mereka yang tidak berkemampuan. Bayangkan projek ini telah dijalankan di sebuah daerah di Arab Saudi dan 4500 buah buku terhasil daripada projek ini. Ana setuju dengan projek ini kerana pertama, kita dapat bantu mereka yang tidak berkemampuan. Kedua,tidak berlaku pembaziran buku-buku tulis. Ana teringat waktu ana bersekolah rendah dahulu, sesetengah pelajaran hanya menggunakan bahagian hadapan buku sahaja iaitu dalam 10 mukasurat dan bakinya tinggal kosong ataupun ana gunakan untuk menconteng.Hanya dengan berbekal stapler dan cover book, kita dapat membantu beribu orang yang memerlukan. Bukan hanya mereka dapat belajar malah kita juga dapat ganjarannya. Subhanallah, mudahnya. Ana terfikir alangkah bagusnya jika projek ini dijalankan di negara kita. Bukan sedikit orang yang berkemampuan di Malaysia bahkan ramai. Bukan sahaja buku malah pakaian atau apa sahaja keperluan sekolah. Ana pasti jika projek ini berjalan,tiada lagi anak-anak yang tidak dapat bersekolah dalam program Bersamamu. Tiada lagi yang malu untuk ke sekolah. Sesungguhnya jika kita permudahkan jalan untuk orang lain, Allah akan juga akan permudahkan segala urusan kita.

Wallahua’lam

December 21, 2008

Cintailah ilahi-inteam




Rasa cinta
Adalah satu anugerah tuhan
Pada hambaNya
Dan kerananya manusia sanggup apa saja
Asalkan memiliki apa yang dicita

Kerna cinta
Sanggup berkorban apa saja
Harta dan nyawa
Setiap detik hanya memikirkan tentang si dia
Yang tercinta
Ingin bersama sepanjang masa

Tetapi pastikah cintamu dihargai
Mungkinkah si dia 'kan tetap setia
Setelah kau serahkan jiwa dan ragamu
Mungkinkah kau pastikan
Tidak 'kan dihancurkan

Jika engkau mencintai bunga
Sedarlah engkau bunga itu akan layu
Jika engkau cintakan manusia
Sedarlah suatu hari dia akan pergi
Jika engkau mencintai harta
Harta itu nanti kau akan tinggalkan
Jika engkau cintakan Ilahi
Hanya Dia yang akan kekal abadi
Cintailah Ilahi

December 20, 2008

Pejuang yg Hina

Dilantunkan oleh K.H. Rahmat Abdullah pada Deklarasi Parti
Keadilan

Lapangan Masjid Agung Al-Azhar Jakarta, 09 Agustus 1998, yang
diiringi oleh titisan air mata hadirin.


Ya ALLAH, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia.
Engkaulah sebaik-baik yang, mensucikannya.
Engkau pencipta dan pelindungnya

Ya ALLAH, perbaiki hubungan antara kami
Rukunkan antara hati kami
Tunjuki kami jalan keselamatan
Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang
Jadikan kumpulan kami jama'ah orang muda yang menghormati orang tua
Dan jama'ah orang tua yang menyayangi orang muda
Jangan Engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran
terhadap sesama hamba beriman
Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan dan kedengkian

Ya ALLAH, wahai yang memudahkan segala yang sukar
Wahai yang menyambung segala yang patah
Wahai yang menemani semua yang tersendiri
Wahai pengaman segala yang takut
Wahai penguat segala yang lemah
Mudah bagimu memudahkan segala yang susah
Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran
Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak
Engkau Maha Tahu dan melihatnya

Ya ALLAH, kami takut kepada-Mu
Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu
Jaga kami dengan Mata-Mu yang tiada tidur
Lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus
Kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami
Jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami
Musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami
Tak akan sampai kepada kami, langsung atau dengan perantara
Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana kepada
kami

"ALLAH sebaik baik pemelihara dan Ia paling kasih dari segala
kasih"

Ya ALLAH, kami hamba-hamba-Mu, anak-anak hamba-Mu
Ubun-ubun kami dalam genggaman Tangan-Mu
Berlaku pasti atas kami hukum-Mu
Adil pasti atas kami keputusan-Mu

Ya ALLAH, kami memohon kepada-Mu
Dengan semua nama yang jadi milik-Mu
Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu
Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu
Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu
Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala ghaib
Kami memohon-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur'an yang agung
Sebagai musim bunga hati kami
Cahaya hati kami
Pelipur sedih dan duka kami
Pencerah mata kami

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Nuh dari taufan yang
menenggelamkan dunia

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Ibrahim dari api kobaran yang
marak menyala

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Musa dari kejahatan Fir'aun dan
laut yang mengancam nyawa

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Isa dari Salib dan pembunuhan
oleh kafir durjana

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Muhammad alaihimusshalatu
wassalam dari kafir Quraisy durjana, Yahudi pendusta, munafik
khianat, pasukan sekutu Ahzab angkara murka

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Yunus dari gelap lautan, malam,
dan perut ikan

Ya ALLAH, yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya
Yang menyambut si pendosa apabila kembali dengan taubatnya
Yang mengijabah hamba dalam bahaya dan melenyapkan prahara

Ya ALLAH, begitu pekat gelap keangkuhan, kerakusan dan dosa
Begitu dahsyat badai kedzaliman dan kebencian menenggelamkan
dunia
Pengap kehidupan ini oleh kesombongan si durhaka yang membuat-
Mu murka
Sementara kami lemah dan hina, berdosa dan tak berdaya

Ya ALLAH, jangan kiranya Engkau cegahkan kami dari kebaikan
yang ada pada-Mu karena kejahatan pada diri kami

Ya ALLAH, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami
Dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal
usaha kami sendiri

Ya ALLAH, jadikan kami kebanggaan hamba dan nabi-Mu
Muhammad SAW di padang mahsyar nanti
Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu yang
memimpin dengan kejahilan dan hawa nafsu
Saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab
Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis
dalam sujud malamnya tak henti menyebut kami, ummati ummati,
ummatku ummatku
Pemimpin bagai para khalifah yang rela mengorbankan semua
kekayaan demi perjuangan
Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera
Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan
kekayaan

Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu Engkau kirimkan kepada kami
da'i penyeru iman
Kepada nenek moyang kami penyembah berhala
Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da'wah
Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran
Untuk menyambung risalah suci dan mulia ini
Kepada generasi berikut kami
Jangan jadikan kami pengkhianat yang memutuskan mata rantai
kesinambungan ini
Dengan sikap malas dan enggan berda'wah
Karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa

December 13, 2008

Mahasiswa malas?

Pelajar kita malas, kata penyokong kerajaan

KUALA LUMPUR - Seorang penyokong kerajaan semalam mendedahkan bahawa pelajar terutamanya di institusi pengajian tinggi kini lemah minda bukan kerana berpolitik tetapi kerana malas belajar.

Datuk Tajuddin Abdul Rahman (BN-Pasir Salak) berkata, pelajar di universiti bukan sahaja tidak membaca buku dan hanya bergantung kepada nota dari pensyarah, malah malas untuk membuat rujukan dan malas pula membaca buku dalam bahasa Inggeris.

“Ini kerana susah, pening kepala. Pergi periksa hanya berdasarkan nota pensyarah, tutorial. Ke mana ilmu pengetahuan di kalangan masyarakat pelajar kita?” katanya semasa membahaskan Rang Undang-undang Universiti dan Kolej Universiti 2008 di Dewan Rakyat semalam.

Katanya, masyarakat negara ini perlu menukar sikap daripada hanya menjadi pengguna kepada menjadi pengeluar.

Dr Lo’Lo’ Mohd Ghazali (Pas-Titiwangsa) semasa meminta penjelasan berkata, beliau kecewa dengan kenyataan Tajuddin yang menyatakan pelajar malas seolah-olah merendahkan taraf mereka dan sama ada pelajar di luar negara lebih tinggi tarafnya sehinggakan mereka boleh menyertai Kelab UMNO.

Tajuddin berkata, beliau sebagai orang tua hanya memberi nasihat dan sekiranya masyarakat pelajar perlu ditegur mereka perlu ditegur dan bukan mempunyai niat tidak baik.

“Ramai yang saya temu duga, walaupun dengan memiliki ijazah sarjana mereka kurang pengetahuan am kerana mereka kurang membaca. Perkara yang perlu diperbaiki perlu diperbaiki,” katanya.

Ahmad Maslan (BN-Pontian) berkata, pindaan AUKU pula akan dapat memperbaiki tadbir urus universiti dan pendidikan tinggi secara holistik.

Beliau berkata, kerajaan juga tidak seharusnya memadamkan api idealisme dalam tempoh singkat pelajar di universiti kerana pada masa itu berlaku lambakan idea dan maklumat yang membawa kepada ledakan fikiran dan idea-idea baru.

Ahmad juga mencadangkan supaya Kementerian Pengajian Tinggi membuat kajian ilmiah sama ada benar pelajar yang terbabit dengan politik mempunyai pencapaian akademik merosot.
(sinar harian)

p/s:assalammualaikum...sengaja ana letakkan artikel ini utk kita sbg mahasiswa berfikir..benarkah kenyataan ini.. atau hanya sangkaan semata-mata..tepuk dada tanya iman..
Waallahua'lam