September 8, 2008

Taubat seorang hamba (irsyadee feat hafiz)

Hati hiba mengenangkan dosa2 yg ku lakukan,
Oh Tuhan Maha Kuasa,
Terima taubat hamba berdosa...

Ku akui kelemahan diri,
Ku insafi kekurangan ini,
Ku kesali kejahilan ini,
Terimalah.....
Taubatku ini.....

Telah aku merasakan derita jiwa dan perasaan,
Kerana hilang dari jalan menuju redhaMu ya Tuhan.

Ku akui kelemahan ini,
Ku insafi kekurangan ini,
Ku kesali kejahilan ini,
Terimalah...
Taubatku ini...

Di hamparan ini ku meminta moga taubatku diterima...

p/s:di bulan Ramadhan ini,marilah sama-sama kita berusaha mendapat keampunan dariNYA.seorang hamba tidak akan terlepas dari segala dosa yang dilakukan.
ku akui kelemahan ini,
ku insafi kekurangan ini,
ku kesali kejahilan ini,
terimalah....
taubatku ini....YA ALLAH...

September 1, 2008

Ramadhan kembali lagi

Salam ramadhan untuk semua...ramadhan kembali lagi. Setiap kali datangnya bulan Ramadhan ini,terasa suasana berubah serta merta. Harapnya ramadhan kali ini dapat membawa perubahan kepada setiap hambaNYA. Setiap hambaNYA yang soleh akan berusaha memaksimumkan segala amalannya agar diterima Allah. Semoga kita dipermudahkan melakukan segala ibadah kepadaNYA..insyaAllah.

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengkhususkan bulan Ramadhan dari bulan-bulan yang lainnya. Diantara kekhususan dan keutamaan Ramadhan antara lain:

[1]. Bau mulut orang yang berpuasa, lebih harum di sisi Allah, daripada minyak wangi kesturi.

[2]. Para malaikat senantiasa mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa sampai ia berbuka puasa.

[3]. Dibukanya pintu-pintu surga dan ditutupnya pintu-pintu neraka.

[4]. Terdapat Lailatul Qadar, yaitu suatu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan

[5]. Terdapat ampunan bagi orang yang berpuasa

[6]. Diikatnya syaithan

Semoga kita mendapat segala keberkatan dan kerahmatan yg dikurniakanNYA.
INSYAALAH

August 29, 2008

Bila Al-quran mula bersuara....

Waktu engkau masih kanak-kanak.............
kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu', Aku kau sentuh dalam keadaan suci, Aku kau pegang
Aku,kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih atau pun keras setiap hari
Setelah selesai engkau menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa..............
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah Aku bahan bacaan usang yang tinggal sejarah...?
Menurutmu, mungkin aku bahan bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau, menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji.......
Sekarang, Aku tersimpan rapi sekali, sehingga engkau lupa di mana Aku tersimpan
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai pngisi setormu.

Kadang kala Aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau Aku kau buat penangkal untuk menakuti iblis dan syaitan
Kini Aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian, kesepian.
Di dalam almari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.
Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman.
Di waktupetang, Aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....

Sekarang...seawal pagi sambil minum kopi...engkau baca surat khabar dahulu
Waktu lapang engkau membaca buku karangan manusia
Sedangkan Aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Azzawajalla,
Engkau engkau abaikan dan engkau lupakan...

Waktu berangkat kerja pun kadang engkau lupa baca pembuka surah2ku(Bismillah).
Di dalam perjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat di dalam keretamu
Sepanjang perjalanan,radiomu selalu tertuju ke stasyen radio kesukaanmu
Mengasyikkan.

Di meja kerjamu tidak ada Aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku.........
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatku pun kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan dunia mu
Benarlah dugaanku bahawa engkau kini sudah benar-benar hampir melupaiku


Bila malam tiba engkau tahan bersekang mata berjam-jam di depan TV.
Menonton siaran telivisyen
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah
Waktupun cepat berlalu.........
Aku semakin kusam dalam laci-laci mu
Mengumpul debu atau mungkin dimakan hama

Seingatku, hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku.
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terangkak-rangkak ketika membacaku
Atau waktu kematian saudara atau taulan mu

Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba
Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Apakah TV, radio ,hiburan atau komputer dapat menolong kamu?
Yang pasti ayat-ayat Allah s.w.t yang ada padaku menolong mu
Itu janji Tuhanmu, Allah s.w.t

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
Setiap saat berlalu...
Dan akhirnya.....
kubur yang setia menunggu mu...........
Engkau pasti kembali, kembali kepada Tuhanmu

Jika Aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
Di kuburmu nanti....
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan.
Yang akan membantu engkau membela diri
Dalam perjalanan ke alam akhirat.
Dan Akulah "Al-Qur'an",kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu.

Peganglah Aku kembali.. .. bacalah aku kembali aku setiap hari.
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat-ayat suci.
Yang berasal dari Allah Azzawajalla
Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah
Yang disampaikan oleh Jibril melalui Rasulmu
Keluarkanlah segera Aku dari almari, lacimu.......
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu.
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu.
Sentuhilah Aku kembali...

Baca dan pelajari lagi Aku....
Setiap datangnya pagi, petang dan malam hari walau secebis ayat
Seperti dulu.... Waktu engkau masih kecil
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan aku sendiri....
Dalam bisu dan sepi....

~Sunnah Orang Berjuang~(hijjaz)

berjuang menempah susah
menanggung derita menungkah fitnah
itulah gelombang hidup samudera duka
seorang mujahid membela tauhid

dipisah dia berkelana
di belenggu dua uzlah menagih mehnah
namun jiwa tetapbara memburu cinta
membara demi Allah dan Rasulnya

berjuang tak pernah senang
ombak derita tiada henti
tenang resah silih berganti
inilah sunnah orang berjuang

malamnya bagai rahib merintis sayu
dihiris dosa air mata
siangnya bagaikan singa dirimba
memerah keringat mencurah tenaga
sudah sunnah berjuang ke jalan Allah

berjuang memang pahit
kerana syurga itu manis
bukan sedikit mahar yang perlu dibayar
bukan sedikit pedih yang ditagih

berjuang ertinya terkorban
rela terhina kerana kebenaran
antara dua jadi pilihan
dunia yang fana atau syurga..

p/s:khususan ila sahabat-sahabatku,
semoga kita istiqamah memperjuangkan agama ISLAM
ALLAHUAKBAR...

July 26, 2008

Asma bt Abu Bakar




Asma binti Abu Bakar, turut dikenali sebagai wanita besi yang
berumur panjang. Nama wanita ini pendek sahaja, tetapi, perjalanan
hidupnya tidak pendek seperti namanya. Allah memberinya umur panjang dan kecerdasan berfikir, hingga dia
dapat mewarnai perjalanan hidup generasi tabiin (pengikut Rasulullah)
dengan perjalanan kehidupan pada zaman Rasulullah.
Asma’, termasuk kelompok wanita yang pertama masuk Islam. Permulaan
Asma’ tidak boleh dipisahkan dengan peristiwa hijrah Rasulullah dan
ayahnya Abu Bakar.


Dialah yang mengirimkan bekalan makanan dan minuman kepada mereka.
Lantaran peristiwa inilah, Asma’ digelar sebagai “dzatun nithaqain”
yang membawa maksud wanita yang mempunyai dua ikat pinggang.


Gelaran ini diberikan ketika Asma’ hendak mengikat karung makanan
dan tempat minuman yang akan dikirim kepada Rasulullah dan Abu Bakar.
Pada waktu itu, Asma’ tidak memiliki tali untuk mengikatnya, maka dia
memotong ikat pinggangnya menjadi dua,satu untuk mengikat karung
makanan dan satu lagi untuk mengikat tempat air minum. Ketika Rasulullah mengetahui hal ini, baginda berdoa semoga Allah
akan menggantikan ikat piinggang Asma’ dengan dua ikat pinggang yang
lebih baik dan indah di syurga.


Asma’ berkahwin dengan Zubir bin Awwam, seorang pemuda dari golongan
biasa yang tidak memiliki harta, kecuali seekor kuda. Namun demikian,
Asma’ tidak kecewa. Dia tetap setia melayan suaminya. Sekiranya
suaminya sibuk menyebarkan tugas daripada Rasulullah, Asma’ tidak segan
merawat dan menumbuk biji kurma untuk makanan kuda suaminya. Hasil
perkahwinannya, Allah menganugerahi mereka seorang anak yang cerdas
yang diberi nama Abdullah bin Zubir.


Asma’ memiliki beberapa sifat istimewa. Selain cantik, dia mempunyai
sifat yang hampir sama dengan dengan saudaranya Aisyah, cerdas, pantas
dan lincah. Sifatnya yang pemurah menjadi teladan kepada ramai orang.
Waktu terus berlalu, anaknya Abdullah bin Zubir diangkat menjadi
Khalifah menggantikan Yazid bin Mu’awwiyah yang wafat. Bani Umaiyah
tidak rela dengan kepemimpinan Abdullah bin Zubir. Mereka menyiapkan
tentera yang besar dalam pimpinan Panglima Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi
untuk menggulingkan Khalifah Abdullah bin Zubir.
Perang di antara dua kekuatan itu tidak dapat dihindari.Lalu,
Abdullah bin Zubir turun ke medan perang untuk memimpin pasukannya.


Tetapi, tenteranya belot dan pergi kepada pihak Bani Umaiyah.Akhirnya, dengan jumlah tentera yang sedikit, pasukan Abdullah binZubir undur ke Baitul Laham, bersembunyi di bawah Kaabah. Beberapa saatsebelum kekalahannya, Abdullah bin Zubir menemui ibunya. Ibunya bertanya,”Mengapa engkau datang ke sini, padahal batu besaryang dilontarkan pasukan Hajjaj kepada pasukanmu menggetarkan seluruhkota Makkah? “Aku datang hendak meminta nasihat daripada ibu,” jawab Abdullah dengan rasa hormat. “Mengenai apa?” tanya Asma’ lagi. “Tentera aku banyak yang belot.Mungkin kerana takut kepada Hajjaj atau mungkin juga merekamenginginkan sesuatu yang dijanjikan.



Tentera yang ada sekarangnampaknya tidak akan sabar bertahan lebih lama bersama aku. “Sementara itu, utusan Bani Umaiyah menawarkan kepadaku apa sajayang aku minta berupa kemewahan dunia, asal aku bersedia meletakkansenjata dan bersumpah setia mengangkat Abdul Malik bin Marwan sebagaiKhalifah. Bagaimana pendapat ibu?”tanya Abdullah. Asma’ menjawab dengansuara tinggi,”Terserah engkau, wahai Abdullah! Bukankah engkau sendiriyang lebih tahu tentang dirimu. ”Apabila engkau yakin dalam kebenaran, maka teguhkan hatimu sepertitentera engkau yang gugur.



Tetapi apabila engkau menginginkan kemewahan
dunia, tentu engkau seorang lelaki yang pengecut. Bererti engkau
mencelakakan diri sendiri, menjual murah sebuah kepahlawanan.”


Abdullah bin Zubir, menundukkan kepala di depan ibunya yang kecewa.
Ibunya, walaupun tua dan buta, namun Abdullah seorang khalifah dan
panglima yang gagah berani tidak sanggup melihat wajah ibunya kerana
rasa hormat dan kasih kepadanya.
“Tetapi aku akan terbunuh hari ini, ibu,”kata Abdullah lembut. “Itu lebih baik bagimu, daripada engkau menyerahkan diri kepadaHajjaj.



Akhirnya kepala kamu akan dipijak-pijak oleh Bani Umaiyah
dengan memberikan janji mereka yang sukar untuk dipercayai,”kata ibunya
tegas. “Aku tidak takut mati, ibu! Tetapi aku khuatir mereka akan
mencincang dan merobek-robek jenazah aku dengan kejam,” ujar Abdullah
lagi. “Tidak ada apa yang perlu ditakuti dengan perbuatan orang hidup
terhadap orang mati. Bukankah kambing yang disembelih tidak merasa
sakit lagi ketika disiat?” jawab Asma’. “Yang ibu khuatir kalau engkau mati di jalan yang sesat,” sambung
Asma’ lagi. “Percayalah ibu, aku tidak memiliki fikiran sesat untuk
melakukan perbuatan keji. Aku tidak akan melanggar hukum Allah. Aku
bukan pengecut dan aku lebih mengutamakan keredhaan Allah dan keredhaan
ibu,” ucap Abdullah bersemangat.


Nasihat Asma’ memberi semangat kepada Abdullah untuk mempertahankan
dan membela kebenaran. Sebelum matahari terbenam, Abdullah mati syahid
menemui Allah.